CintaNya dan kenangan..

“Ya Allah, aku memohon cintaMu. Dan cinta orang yang menyintaiMu. Dan amalan yang membawaku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikan perasaan mencintaiMu lebih kuat dihatiku, mengatasi cintaku kepada diriku sendiri, ahli keluargaku dan air yang sejuk di kala kehausan.”

Seorang sahabat meinta izin untuk bertanya saya penuh tertib hari ini. Pertanyaan yang sudah lama dipendam namun takut untuk disuarakan kerana bimbang saya terluka. Pertanyaan tentang cinta hati saya yang telah pergi. Tentang bagaimana perasaan sebenar saya, dan bagaimana saya mengawal emosi  menerima ketentuan Dia.

Pertanyaan dari seorang teman, namun 3 yang lain turut memasang telinga. Jawapan dan cerita saya membuat mereka bergenang air mata. Ketika saya menjawab pertanyaan mereka, tuntutan tugas meminta saya beredar. Hampir 15 minit meninggalkan mereka dan saya tidak bercadang menyambung cerita saya. Saya masih nampak mereka diam bertiga tanpa bicara dan menyeka air jernih yang masih bersisa.

Ketika cinta hati sulung saya itu hadir suatu ketika dahulu saya juga gagal mengawal keluarnya air jernih suam yang banyak dari dua takungan. Saya hampir gagal mengawal emosi, namun keluarga memimpin saya untuk menerima ketentuanNya. Mana mungkin saya dapat melupakan cinta hati saya itu setelah 9 bulan mengandungkannya. Menunggu penuh debaran dengan segala macam persiapan namun cinta hati saya tidak pernah memerlukan apa-apa dari saya.

Mereka sudah dijanjikan kebahagiaan yang pasti, dan tempatnya sudah jelas di mana. Saya tidak mampu menyumbangkan apa-apa buat mereka, melainkan sedikit susu yang mungkin membuktikan mereka juga punya ibu yang mengasihinya. Mereka tidak sempat merasai peluk cium kami ibu ayahnya, malah hangat tubuh kami tidak pernah bertemu lagi setelah mereka mengenali dunia. Dunia mereka hanyalah sebuah incubator sehingga nafas terakhir.

Saya tidak pernah berpeluang melaksanakan tanggungjawab sebenar seorang ibu buat kedua-duanya. DipinjamkanNya mereka kepada saya hanya sejumlah hari untuk ditatap. Ternyata Empunya cinta hati saya itu lebih mengasihinya. Semoga tempoh pinjaman itu sebagai petanda diberiNya juga sedikit CINTA AGUNG dariNya untuk saya.

Pengalaman itu tidak pernah mengajar saya untuk serik menagih CINTA AGUNG itu lagi. DIA yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui telah mengaturkan cinta hati kedua dan ketiga saya. Alhamdulillah, merekalah penghibur kami dan harapan kami. Datangnya cinta hati kedua dan ketiga membuat hati terus meminta-minta untuk yang ke empat. Cinta hati ke empat diaturkanNya bersekali dengan JEMPUTAN AGUNG. Jemputan teramat istimewa.

DIA memberi dan DIA juga menarik balik kepunyaanNya. Dipinjamkan Nya lagi kepada kami cinta hati    keinginan kami sebagai jawapan kepada permintaan kami dan dikirimNya kami jemputan menjadi Tetamu Nya.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman dan istiqamah dalam perjuangan kami..Jauhkanlah kami dari sifat putus asa terhadap rahmat-Mu dan rasa aman terhadap tipu daya dunia-MU..Jadikanlah kami orang yang selalu bersabar dan jadikanlah kami orang yang sentiasa bersyukur kepada-Mu..dan gantikanlah apa yang telah hilang dari kami dengan yang lebih baik di sisi-Mu..
Ameen ya rabbal ‘alameen..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s