Pandulah dia …

Bismillah walhamdulillah…

Ya Rahman, Ya Rahim….

Dia sungguh tabah dalam menuntun hatinya walaupun pahit untuk akur dan taat pada suami kerana ia perintah Allah . Dia tidak memberontak tatkala sang suami menghadiahkannya seorang teman perobek hati. Senyum dia bila ditanya ‘kenapa?’ ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ tentang terjadinya kisah pahit  serta perasaan hatinya.

Ketika orang lain menerima madu dengan maki hamun, atau paling tidak pun rajuk panjang …. dia masih tersenyum manis malah setia melayan suami seperti sedia kala. Sang perobek hati di layan bagai adik sendiri malah ditatang ketika sarat mengandungkan bakal zuriat bernama anak tiri. Malah tumpah kasihnya pada si anak tiri tak ubah seperti kasih anak sendiri. Begitu dia bersabar dan redha dengan ketetapan takdir buatnya. 

Kini, dia diuji lagi dengan tuduhan yang semakin memberati jiwanya. Itulah kali pertama air matanya dilihat berlinang di khalayak. Tatkala dia dituduh cuba menggoda suami tetangga.

Subhanallah, sesungguhnya kamu sangat tabah…..saudara jauh ini hanya mampu mendengar dan mendokanmu. Tabahlah…. bertahanlah…. InsyaAllah ganjaran dariNya pasti besar buatmu. Dekatkan dirimu lebih hampir kepadaNya. Betulkan sedikit …..cuma lagi cara berpakaianmu agar Allah lebih sayang. Demi Allah, saya menyayangi kamu kerana Dia Allah yang satu. 

Ameen..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s