Busukkah Hatiku?

Saya terbaca satu artikel dari sini dan ia amat besar implikasinya terhadap hati sendiri. Walaupun si penulis menggunakan gaya penulisan santai sebagai pesanan untuk adik-adiknya, namun ia terkena batang hidung saya yang membaca. Alhamdulillah, saya tersedar.

Sebelum ini, saya cuba pujuk hati saya untuk lebih ikhlas dengan MIL. Saya rasa seperti saya sudah berjaya ketika itu. Kerana saya cuba untuk tidak lagi berkira dengan setiap perkara yang mengguris perasaan saya. Saya remehkan perasaan kecil hati saya demi memelihara hubungan saya dengan MIL.

Namun, segalanya seperti diatur bila Allah tunjukkan saya apa sebenarnya ada dalam hati MIL. Berlaku di bumi penuh berkat, Makkah dan Madinah. saya masih lagi hampir tidak percaya dengan apa yang saya dengar! Bukan saya dengar dari orang lain, tapi dari mulut empunya badan sendiri. MIL bercakap sendirian ketika saya hampir terlelap, yang mana saya sangkakan saya bermimpi.

Bukan saya sahaja, SIL yang merupakan darah dagingnya sendiri pun terdengar    (bahagian SIL waktu lain) untuk perkara-perkara yang melibatkan dia. Banyak yang diungkit langsung tak tepat, namun ia kejadian2 yang sememangnya benar2 terjadi. Saya tidak dapat detailkan di sini demi menjaga maruah MIL tetapi saya ingin jadikan soal hati ini teladan untuk pembaca yang sudi berkunjung ke sini ( entah ada entahkan tidak….:-)  )

Jika SIL yang merupakan anak kandung sendiripun merasa jauh hati dengan kata-kata dalam tidur ibunya, apatah lagi saya yang hanya sekadar DIL. Saya cuba padamkan rasa sebak, sesak dan hampir saya menjerit ingin mengatakan “TIDAK! IA SAMA SEKALI TAK BENAR!”  pada waktu itu tapi saya kelu tidak terkata. Hanya air mata yang mengalir betapa usaha saya selama ini rupanya bukan sahaja langsung tak ada harga, malah dikeji! Ya Allah, kotorkah hatiku?

Hari ini sudah hampir 20 hari kami kembali ke tanah air, namun hati saya berkata-kata ” Kalau sudah busuk, mana mungkin ia nampak cantik. Lalu tak perlulah saya hiaskan lagi cantik untuk hilangkan busuk “. Lalu saya tidak lagi buat apa yang saya buat selama ini. Rutin harian saya. Busuk rupanya hati saya….

Saya biarkan, namun sebenarnya hati tak tenang. Saya berdoa agar Allah berikan petunjuk, dan akhirnya tulisan Ghuroba’ di sini benar2 menyedarkan saya.

Biarlah…..biarlah….biarlah…..Doakan saya berjaya…. Tekad untuk terus memberi, bukan berkira…… Allah…….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s